JAKARTA – Muhammad Hazlam Idris, siswa SD Al Irsyad Al Islamiyyah 01 Purwokerto berhasil meraih Juara I Lomba Dongeng dari Dasar Laut dalam rangka Peringatan Hari Ikan Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Hazlam tampil memukau dalam ajang final lomba yang berlangsung di Ballroom Gedung Mina Bahari III, Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2025).
Dalam penampilannya, Hazlam membawakan dongeng bertema petualangan Tara, si tuna pemberani, yang mendapat misi dari Kapten Paus untuk menyadarkan anak-anak manusia akan pentingnya gemar makan ikan demi kecerdasan generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Dengan ekspresi luwes, alur cerita yang runtut, serta gimik yang hidup, Hazlam tampil percaya diri di hadapan dewan juri dan puluhan siswa sekolah dasar dari berbagai daerah. Celotehan spontan bocah 10 tahun itu sukses menghidupkan suasana ruangan.
Penampilan Hazlam menuai apresiasi dari para juri, yakni pendongeng nasional Awan Prakoso, Nusi Machmud dari DWP Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, serta Siti Yasmina Enita, Communication Officer WWF-Indonesia.
Ditemui usai penampilannya di Jakarta, Hazlam mengaku bersyukur bisa tampil di ajang nasional dan bertemu langsung dengan pendongeng idolanya. Ia mengungkapkan, waktu persiapan menuju final terbilang singkat.
“Latihannya cuma empat hari, karena pengumuman finalisnya mepet. Ceritanya dipikir dulu, idenya dari diri sendiri,” ujar Hazlam, putra sulung pasangan Indris dan Dini Arindiah.
Ia pun membagikan kiat agar dapat tampil maksimal, yakni rajin membaca buku sebagai referensi, menonton film untuk menunjang ekspresi, berdoa, serta berlatih secara konsisten.
Prestasi Hazlam mendapat perhatian khusus dari Ketua Forikan Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, yang hadir memberikan dukungan langsung di Jakarta. Ia menilai, mendongeng merupakan media efektif untuk menanamkan pesan edukasi gizi kepada anak-anak.
“Luar biasa prestasinya di tingkat nasional. Ini potensi besar yang harapannya bisa terus dikembangkan. Tetap semangat dan rajin belajar,” ujar Nawal.
Menurut Nawal, cerita yang dibawakan Hazlam bukan hanya kaya imajinasi, tetapi juga memiliki alur kuat, penuh retorika, serta gimik yang mampu menjembatani pesan edukatif kepada anak-anak.
“Hazlam sudah tiga kali juara nasional. Tidak hanya storytelling, tetapi juga lomba pidato tingkat nasional. Ini prestasi yang konsisten dan membanggakan,” ungkapnya.
Prestasi Hazlam diharapkan dapat menginspirasi anak-anak lain untuk terus berkarya, berani tampil, dan berkontribusi bagi masa depan bangsa melalui pendekatan kreatif dan edukatif.








