Loading...

Loading...

Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto

Terdepan dalam Akhlak Mulia

  • img
  • img
  • img
  • img
  • img
  • img

Get In Touch

Kunjungi Desa Suro, LAZNAS Al Irsyad Survei Calon Penerima Bedah Rumah

Banyumas, 12 Januari 2026 — LAZNAS Al Irsyad Purwokerto mengunjungi Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, untuk melaksanakan survei calon penerima Program Bedah Rumah. Survei pada Senin (12/1) ini, guna memverifikasi kondisi hunian serta keadaan sosial ekonomi Bapak Jumar sebagai calon penerima manfaat.

Bapak Jumar saat ini tinggal seorang diri setelah terpisah dari istrinya selama kurang lebih 20 tahun. Istrinya tidak bersedia tinggal bersama karena kondisi rumah yang tidak layak huni. Selain itu, Bapak Jumar juga memiliki keterbatasan dalam berbicara sehingga membutuhkan pendampingan khusus dalam proses komunikasi dan koordinasi.

Survei lapangan dilaksanakan oleh Tim Pendamping Program Lapangan (PPL) LAZNAS Al Irsyad Purwokerto yang terdiri dari Azna, Jefri, Wati, dan Ijah. Tim melakukan peninjauan langsung ke rumah Bapak Jumar yang berlokasi di RT 08 RW 03 Desa Suro, Kecamatan Kalibagor.

Dalam kegiatan survei tersebut, tim mencatat adanya ketidaksesuaian data administrasi domisili. Perbedaan data ini berpotensi menghambat proses administrasi bantuan apabila tidak segera disinkronkan melalui pihak desa setempat.

Dari sisi ekonomi, Bapak Jumar bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan harian yang tidak tetap. Kondisi ini dinilai belum mencukupi untuk melakukan renovasi rumah secara mandiri. Sementara dari aspek sosial, keterbatasan fisik serta keretakan rumah tangga yang dipicu diantaranya oleh ketidaklayakan hunian menjadi perhatian khusus dalam penilaian kelayakan bantuan.

Hasil pemeriksaan lapangan menunjukkan sejumlah kendala mendasar pada kondisi hunian. Rumah Bapak Jumar belum memiliki fasilitas dasar seperti dapur, WC atau sanitasi, serta perlengkapan makan yang layak. Selain itu, rumah juga tidak dilengkapi perabotan dasar seperti kasur, bantal, dan furnitur minimal untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.

Tim juga menilai bahwa keterbatasan komunikasi yang dimiliki Bapak Jumar memerlukan pendekatan khusus dalam proses pendampingan lanjutan. Pendekatan ini diperlukan agar koordinasi program, baik pada tahap administrasi maupun pelaksanaan program bedah rumah, dapat berjalan dengan baik.

Melalui kegiatan survei ini, LAZNAS Al Irsyad Purwokerto berupaya memastikan bahwa Program Bedah Rumah tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Hasil survei akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan serta koordinasi lanjutan dengan pemerintah desa.

LAZNAS Al Irsyad Purwokerto terus berkomitmen menjalankan program kemanusiaan yang berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat dhuafa, khususnya melalui penyediaan hunian yang layak, aman, dan manusiawi.